Jumat, 18 Oktober 2019

VSAT

VSAT


A. PENGERTIAN
VSAT (Very Small Aperture Terminal) adalah stasiun penerima sinyal dari satelit dengan antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter. 
B. FUNGSI
Fungsi VSAT yaitu sebagi penerima dan pengirim data ke satelit. Satelit berfungsi sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke titik lainnya di atas permukaan bumi. Sebenarnya, piringan VSAT menghadap ke sebuah satelit geostasioner, sebuah satelit yang selalu berada di tempat yang sama sejalan dengan perputaran bumi pada sambungannya. Hal ini dimungkinkan karena satelit geostasioner mengorbit pada titik yang sama diatas permukaan bumi dan mengikuti perputaran bumi pada sumbunya. 
 C. SEJARAH
Pada awalnya teknologi satelit membutuhkan antena-antena besar dan hanya dapat menghubungkan point-to-point. Komunikasi satelit pada saat itu masih sangat terbatas untuk kapasitas besar saja, sehingga biayanya sangat mahal dan hanya digunakan untuk keperluan tertentu seperti untuk operator telekomunikasi, trunking, microwave back-up, dan pelayanan telekomunikasi pada daerah terpencil. 
VSAT masuk pertama kali ke Indonesia tahun 1989 seiring dengan bermunculannya bank-bank swasta yang sangat membutuhkan sistem komunikasi online seperti ATM (Automated Teller Machine). Penggunaan infrastruktur jaringan telekomunikasi VSAT oleh perusahaan ataupun instansi pemerintah yang memiliki kantor cabang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dirasakan lebih efektif dibanding teknologi microwave maupun jaringan kabel. Selain kurang efektif, jaringan microwave maupun kabel juga kurang efisien karena instalasinya memakan waktu lama dan menelan biaya besar. Keduanya sangat rentan terhadap gangguan, sedangkan cakupan areanya pun sangat terbatas karena kendala geografis. Teknologi VSAT merupakan solusi dengan cost efektif untuk hubungan jaringan komunikasi independen dengan jumlah besar dengan site-site yang tersebar. VSAT menawarkan value added service berbasis satelit seperti: Internet, data, LAN, voice/fax dan dapat menyediakan jaringan komunikasi private/public serta layanan multimedia. 
D. KOMPONEN 
Komponen VSAT, terdiri dari:
  • Unit Luar (Outd
    1. Antena/dish/parabola ukuran 2 hingga 4 kaki (0.55-2.4 m), yang dipasang pada atap, dinding atau di tanah.
    2. BUC (Block Up Converter), yang menghantarkan sinyal informasi ke satelit.Juga sering disebut sebagai Transmitter (Tx).
    3. LNB (Low Noise Block ), yang menerima sinyal informasi dari satelit. Juga sering disebut sebagai Receiver (Rx).
  • Unit Dalam (Indoor Unit (IDU)):
    1. Modem (Modulator / Demodulator), sebuah alat dipanggil Return Channel Satellite Terminal yang menyambungkan dari unit luar dengan IFL kabel berukuran panjang tidak lebih 50 meter.
    2. IFL (Inter Facility Link). Merupakan media penghubung antara ODU & IDU. Fisiknya biasanya berupa kabel dengan jenis koaksial dan biasanya menggunakan konektor jenis BNC (Bayonet Neill-Concelman).
·         Satelit
Merupakan alat di orbit bumi khusus untuk menerima/ menghantar maklumat secara nirkabel, berkomunikasi melalui frekuensi radio.
Menggunakan Satelit Telkom 2 (Indonesia) digunakan untuk Depdagri, dengan teknologi C band yang lebih tahan dengan cuaca di Indonesia (berhubungan dengan masalah curah hujan yang cukup tinggi di Indonesia). Menggunakan Komunikasi 2 arah, menerima dan menghantar isyarat. Daerah yang dipasang VSAT dikenali sebagai remote terminal, dikawal oleh hub station. Semua isyarat dari satelit dikirim ke hub terlebih dahulu sebelum dikirim kembali ke terminal remote lain, yaitu Propinsi / Kabupaten.
·         Kapasitas muat turun (download) ialah 1 Mbps tetapi boleh dinaiktaraf sehingga mencapai 45 Mbps**
·         Kapasitas muat naik (upload) pula ialah 128 Kbps tetapi boleh dinaiktaraf sehingga mencapai 1.1 Mbps**
·         Kontrak perjanjian SchoolNet hanya 1 Mbps muatturun dan 128 Kbps
E. KONFIGURASI JARINGAN 
Sederhananya, satelit dapat mendukung satu-arah-arah atau menghubungkan dua antara dua stasiun bumi (masing-masing disebut transmisi simpleks dan transmisi dupleks). Kebutuhan komunikasi yang lebih kompleks juga dapat lebih diatasi dengan topologi jaringan yang canggih. 
Contoh berikut menunjukkan beberapa pilihan yang tersedia bagi pelanggan untuk
mengkonfigurasi jaringan satelit mereka:
➢ VSAT Simplex Transmisi
 
Aplikasi untuk jasa simpleks meliputi transmisi siaran seperti:
· TV and video services TV dan layanan video
· Radio services Jasa radio 
➢ VSAT Point to Point Duplex Transmisi
Aplikasi untuk layanan duplex meliputi:
· Suara Telephony transportasi
· Data dan IP transportasi (khususnya di konfigurasi asimetris)
· Perusahaan jaringan
· Broadcast TV dan program iuran dan distribusi 
➢ VSAT Point-to-Multipoint Transmisi
 
Aplikasi untuk point-to-multipoint jasa titik meliputi:
· Perusahaan jaringan, termasuk layanan VSAT dan televisi bisnis
· Video dan distribusi siaran, termasuk Langsung-ke Home Layanan Internet 
➢ VSAT Antena Layanan Mobile 
Aplikasi untuk layanan antena seluler meliputi:
· Satelit News Gathering
· Special Event Backhaul dan Penyiaran
· Maritim layanan 
Beberapa jaringan VSAT dikonfigurasi dengan memiliki sejumlah situs uplink terpusat (dan terminal VSAT yang berasal dari itu) terhubung dalam topologi multi-bintang dengan masing-masing bintang (dan setiap terminal di setiap bintang) terhubung satu sama lain dalam topologi mesh.Lainnya dikonfigurasi hanya dalam topologi bintang tunggal kadangkadang akan memiliki masing-masing terminal terhubung satu sama lain, sehingga setiap terminal bertindak sebagai pusat hub ini adalah konfigurasi yang digunakan untuk meminimalkan biaya keseluruhan jaringan, dan untuk mengurangi jumlah data yang harus disampaikan melalui situs uplink pusat (atau situs) dari jaringan bintang atau multi-bintang.
 F. ARSITEKTUR JARINGAN
Ground segment (segmen bumi)
Terdiri atas:
· Master earth station
Yang pertama disebut Master Stasiun Bumi (Master Earth Station) yang merupakan pusat kontrol jaringan VSAT ke seluruh jaringan. Konfigurasi, pengawasan dan pengelolaan jaringan VSAT dilakukan di komponen ini. Master Earth Station juga memiliki antena sebesar enam meter, elektronik sepenuhnya berlebihan, mandiri sistem tenaga cadangan, dan sistem pengkondisian udara diatur. Master ini Stasiun Bumi berawak 24 x 7 hari sepanjang tahun.
· Remote earth station
Ini adalah perangkat keras yang terpasang di lokasi pelanggan yang meliputi unit outdoor (ODU), indoor unit (IDU) danInter Facility Link (IFL). (ODU) VSAT terdiri dari antena 1,8 meter offset standar pakan, sebuah amplifier solid state (SSPA), sebuah Amplifier Peredam Kebisingan (LNA), dan Feedhorn. (IDU) adalah satuan ukuran VCR elektronik komunikasi yang meliputi peralatan antarmuka dengan pelanggan seperti komputer atau telepon, dapat juga sebagai sebuah alat dipanggil Return Channel Satellite Terminal yang menyambungkan dari unit luar dengan IFL kabel berukuran panjang tidak lebih 50 meter. IFL (Inter Facility Link) yang Merupakan media penghubung antara ODU & IDU. Fisiknya biasanya berupa kabel dengan jenis koaksial dan biasanya menggunakan konektor jenis BNC (Bayonet Neill-Concelman).

Space segment(segmen angkasa)
Hanya terdiri atas satelit. VSAT memiliki kemampuan untuk menerima maupun mengirimkan sinyal melalui satelit kepada VSAT lain pada jaringan diatas. Sinyal akan dikirimkan lewat satelit ke hub station yang juga berfungsi sebagai pusat monitor, atau sinyal langsung dikirimkan ke VSAT lain dan hub digunakan hanya untuk mengawasi dan mengontrol. VSAT dapat mendukung kebutuhan komunikasi apapun, baik berupa suara, data, ataupun konferensi video.
G. PRINSIP KERJA 
Proses Transmisi Sinyal Satelit
1. Data yang akan ditransmisikan dari perangkat remote/user, terlebih dahulu memasuki modem. ini bertujuan untuk mentranslasikan gelombang frekuensi informasi ke dalam gelombang lain pada frekuensi yang lebih tinggi untuk dibawa ke media transmisi.
2. Setelah data tersebut dimodulasi, selanjutnya akan memasuki perangkat yang disebut RFT ( RF Transceiver) atau driver. Dalam RFT ini terdapat Up dan Down Converter. Up Converter ini berfungsi untuk mentranslasikan sinyal dari frekwensi menengah IF (Intermediate Frequency) menjadi suatu sinyal RF (Radio Frequency). Down converter adalah kebalikan dari up converter.
3. Proses selanjutnya adalah memasuki SSPA (Solid State Power Amplifier) yang berfungsi sama dengan HPA yaitu untuk memperkuat sinyal RF agar dapat diterima oleh satelit.
4. Sinyal masuk ke dalam feedhorn, sinyal dari feedhorn dipantulkan ke satelit dengan antena. 
Proses Receive Sinyal Satelit
1. Antena menerima sinyal dari satelit, sinyal yang diterima antena kemudian dipantulkan ke feedhorn.
2. Dari Feedhorn, sinyal diteruskan memasuki LNA (Low Noise Amplifier).
3. Dari LNA sinyal diteruskan memasuki Down Converter yang berfungsi untuk mentranslasikan sinyal RF menjadi sinyal IF.
4. Setelah memasuki Down Converter, maka sinyal IF memasuki perangkat modem untuk melakukan proses demodulasi.
5.Informasi yang sudah terpisah dari sinyal carrier kemudian diteruskan ke perangkat user seperti Router , Multiplexer, dan sebagainya. 
H. SATELIT (SPACE SEGMENT) 
Satelit pada orbit Geostasioner merupakan segmen angkasa pendukung layanan VSAT. Orbit ideal untuk satelit komunikasi adalah geostasioner, atau yang relatif statis terhadap bumi. Satelit yang digunakan untuk komunikasi hampir selalu berada pada orbit geostasioner secara eksklusif, berlokasi sekitar 36.000 km diatas permukaan bumi. Oleh
karenanya disebut Satelit geostasioner karena satelit tersebut selalu berada di tempat yang sama sejalan dengan perputaran bumi pada sumbunya.
 Fungsi utama satelit dikerjakan oleh transponder. Ada beberapa transponder atau repeater
dalam badan satelit. Transponder ini memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut:Penerima sinyal
Translasi frekuensi
Penguatan
 Sejumlah transponder menentukan kapasitas satelit. Kapasitas transponder satelit untuk satelit generasi Palapa B yaitu terdiri dari 24 transponder yang terbagi atas 12 transponder untuk polarisasi horizontal dan 12 transponder untuk polarisasi vertikal. Tiap transponder memiliki bandwith 40 MHz.
 Jenis band frekuensi Satelit sebagai berikut:
Frequency
Band Uplink (GHz)
Downlink (GHz)

C-Band 5.925
sampai 6.425 3.700
sampai 4.200

Ku-Band 14.000
sampai 14.500 10.950
sampai 11.700

 
Pada komunikasi VSAT ada yang disebut up link dan down link. Up link adalah sinyal RF yang dipancarkan dari stasiun bumi ke satelit. Down link adalah sinyal RF yang dipancarkan dari satelit ke stasiun bumi . Up Link dan Down Link
 Di dunia Internasional, KU-Band adalah band frekuensi yang populer. KU-Band dapatmendukung trafik dengan ukuran antena yang lebih kecil dibandingkan C-Band atau Ext-CBand. Tapi Ku-Band tidak tahan terhadap curah hujan tinggi sehingga tidak sesuai untuk digunakan di daerah Asia Tenggara. 
Keunggulan dan kekurangan masing-masing band frekuensi tersebut secara rinci adalah seperti berikut:
Frekuensi
Keunggulan
Kekurangan

C-Band
· World wide availability
· Teknologi yang termurah
· Tahan dari redaman hujan

· Antena berukuran relatif lebih besar
· Rentan terhadap interferensi dari satelit
tetangga dan terrestrial microwave
Ku-Band
· Kapasitas relatif besar
· Antena berukuran relatif lebih
kecil (0,6 – 1,8 m)

· Rentan dari redaman hujan
· Availability terbatas (faktor regional)

Pada intinya satelit menyediakan dua sumber daya, yaitu bandwidth dan tenaga amplifikasi. Pada kebanyakan jaringan VSAT, tenaga memiliki sumber daya yang lebih terbatas dibandingkan dengan bandwidth dalam transponder.  
I. JENIS-JENIS VSAT 
1.VSAT LINK
merupakan jenis komunikasi yg langsung (poit to point) berhubungan antara dua buah stasiun bumi tanpa ada stasiun pusat sebagai pengontrol.
2.VSAt net
dapat digunakan iuntuk berhubungan antara terminal VSAT (remote) yg satu ke terminal VSAT yang lainnya dengan menggunakan stasiun pusat bumi atau disebut stasiun HUB .
3.VSAT FRAme relay
Atau biasa disebut frame relay atau lebih sering disebut dengan SKYframe menggunakan topologi point to multipoint menggunakan media akses frame relay.
4.VSAT teleport
Prinsipnya sama dengan Skyframe. Topologi yang digunakan point to multipoint yang juga menggunakan media akses frame relay.
5.VSAT IP
Sebagai layanan jasa telekomunikasi VSAT IP menerapkan teknologi TDM/TDMA dengan IP sebagai protokol komunikasi. 
J. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN VSAT
Keuntungan dengan VSAT: ·   Koneksi dimana saja. Tidak perlu LOS dan tidak ada masalah dengan jarak
·   Jangkauan cakupannya yang luas baik nasional, regional maupun global.
·   Pembangunan infrastrukturnya relatif cepat untuk daerah yang luas, dibanding teresterial.
·   Komunikasi dapat dilakukan baik titik ke titik maupun dari satu titik ke banyak titik secara broadcasting, multicasting.
·   kecepatan bit akses tinggi dan bandwidth lebar. VSAT bisa dipasang dimana saja selama masuk dalam jangkauan satelit.
·   Handal dan bisa digunakan untuk koneksi voice, video dan data, dengan menyediakan bandwidth yang lebar.
·   Jika ke internet jaringan akses langsung ke ISP router dengan keandalannya mendekati 100%.
·   Sangat baik untuk daerah yang kepadatan penduduknya jarang dan belum mempunyai infrastuktur telekomunikasi.
 Kerugian VSAT: ·   Tarif Instalasi perangkat dan biaya berlanggan cukup mahal
 
VSAT DVB  RCS DEDICATED GOLD
Bandwidth (U/D)
Tarif
32/128 Kbps
Rp.   4.900.000,-
64/256 Kbps
Rp.   6.800.000,-
128/512 Kbps
Rp. 11.300.000,-
256/ 1024 Kbps
Rp. 19.400.000,-
  
BIAYA DISMANTLE VSAT DVB-RCS
Lokasi
Tarif
Jakarta & Surabaya
Rp.   3.000.000,-
Pulau Jawa diluar Jkt & Sby
Rp.   7.000.000,-
Luar Jawa
Rp. 11.000.000,-

Tabel 2. Tarif Berlangganan dan Instalasi VSA.
·   Untuk melewatkan sinyal TCP/IP, besarnya throughput akan terbatasi karena delay propagasi satelit geostasioner. Kini berbagai teknik protokol link sudah dikembangkan sehingga dapat mengatasi problem tersebut. Diantaranya penggunaan Forward Error Correction yang menjamin kecilnya kemungkinan pengiriman ulang.
·   Waktu yang dibutuhkan dari satu titik di atas bumi ke titik lainnya melalui satelit adalah sekitar 700 milisecond, sementara leased line hanya butuh waktu sekitar 40 milisecond. Hal ini disebabkan oleh jarak yang harus ditempuh oleh data yaitu dari bumi ke satelit dan kembali ke bumi. Satelit geostasioner sendiri berketinggian sekitar 36.000 kilometer di atas permukaan bumi.
·   Curah Hujan yang tinggi, Semakin tinggi frekuensi sinyal yang dipakai maka akan semakin tinggi redaman karena curah hujan. Saat ini band frekuensi yang banyak dipakai untuk aplikasi broadcasting adalah S-band, C-Band dan KU-Band. Untuk daerah seperti Indonesia dengan curah hujan yang tinggi penggunaan Ku-band akan sangat mengurangi availability link satelit yang diharapkan. Sedangkan untuk daerah daerah sub tropis dengan curah hujan yang rendah penggunaan Ku-Band akan sangat baik. Pemilihan frekuensi ini akan berpengaruh terhadap ukuran terminal yang akan dipakai oleh masing masing pelanggan.
·   Rawan sambaran petir gledek.
·   Sun OutageSun outage adalah kondisi yang terjadi pada saat bumi-satelit-matahari berada dalam satu garis lurus. Satelit yang mengorbit bumi secara geostasioner pada garis orbit geosynchronous berada di garis equator atau khatulistiwa (di ketinggian 36.000 Km) secara tetap dan mengalami dua kali sun outage setiap tahunnya. Energi thermal yang dipancarkan matahari pada saat sun outage mengakibatkan interferensi sesaat pada semua sinyal satelit, sehingga satelit mengalami kehilangan komunikasi dengan stasiun bumi, baik headend/ teleport maupun ground-segment biasa.
·   Debu Meteroit, Seringkali menembakan gas hydrazine (H2Z) agar rotasi satelit agar satelit stabil di orbit, satelit perlu beberapa kali di kalibrasi agar tetap pada orbitnya.
  
 SUMBER :
http://rifansp.blogspot.com/2011/11/sejarah-vsat-stelit.html
https://id.wikipedia.org/wiki/VSAT
https://www.scribd.com/doc/49068983/makalah-VSAT,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

VOIP

VOIP A. Pengertian VoIP        Voice Over Internet Protocol  atau yang sering disebut dengan (VoIP, IP Telephony, Internet...