Minggu, 28 Juli 2019

SETTING JARINGAN MENGGUNAKAN CISCO

KONFIGURASI DHCP SERVER DI ROUTER CISCO


DHCP (Dynamic Host Control Protocol) merupakan salah satu layanan dalam sebuah jaringan yang diguanakan untuk manajemen pengalamatan IP secara otomatis, hal ini tentu akan sangat memudahkan administrator jaringan untuk melakukan pengaturan alamat IP ke banyak host (sebagai DHCP Client) dengan mudah karena distribusi alamat IP akan diberikan oleh DHCP Server atau perangkat yang memberikan alamat IP kepada host yang tersambung. Perangkat yang dapat dijadikan sebagai DHCP Server adalah Komputer Server itu sendiri, Router, dan Access Point. Berikut adalah langkah-langkah konfigurasi DHCP Server untuk Router Cisco:

1. Buat topologi seperti pada gambar dibawah, 1 Router 1841 dihubungkan dengan Switch 2950-24 kemudian hubungkan Switch dengan PC dengan jumlah terserah kamu.
2. Buka jendela console (CLI) router, kemudian konfigurasi alamat IP terlebih dahulu dan aktifkan interface yang terhubung ke switch (pada tulisan ini menggunakan FastEthernet0/0)
            a. Masuk ke mode privileged dengan perintah enable
b. Masuk ke mode global config dengan perintah configure terminal (apabila terlalu panjang gunakan perintah conf t)
      
c. Masuk ke mode interface configuration dengan perintah interface fa0/0 (fa0/0 merupakan kepanjangan dari fastEthernet0/0 yaitu interface yang terhubung dengan switch)
d. Tetapkan alamat IP yang akan diberikan ke interface fa0/0 pada tulisan ini saya menggunakan alamat IP 192.168.100.1 dan subnet mask 255.255.255.0, maka untuk perintahnya adalah ip address 192.168.100.1 255.255.255.0
e. Aktifkan interface fa0/0 dengan perintah no shutdown

3. Kembali ke mode global config dengan menggunakan perintah exit, karena konfigurasi DHCP Server tersedia pada mode ini.
4. Untuk memulai konfigurasi DHCP Server gunakan perintan ip dhcp pool , untuk nama pool disini saya gunakan dhcp1,

5. Gunakan perintah network 192.168.100.0 255.255.255.0 untuk  menentukan network dan subnet mask yang akan digunakan untuk distribusi alamat IP,


6. Untuk memberikan ip gateway ke host gunakan perintah default-router 192.168.100.1.

7. Untuk memberikan alamat DNS server gunakan perintah dns-server ,

8. Keluar dari jendela console router, beralih ke konfigurasi PC. Masuk ke IP Configuration PC

9. Ubah mode IP Configuration menjadi DHCP, tunggu hingga proses requesting selesai dan close jendela IP configuration. Lakukan hal yang sama untuk PC1, PC2 dan PC yang lain (apabila ada).

10. Masuk ke command prompt PC kemudian lakukan tes koneksi ke alamat ip router dengan perintah ping 192.168.100.1, apabila hasilnya muncul seperti dibawah artinya konfigurasi DHCP Server dan DHCP Client telah berhasil.

11. Kembali ke console router, simpan konfigurasi dengan perintah write memory


Sumber : http://msfiqih.blogspot.com/2018/08/konfigurasi-dhcp-server-di-router-cisco.html?m=1

Selasa, 23 Juli 2019

MATERI OSI

Pengertian OSI Layer (Model OSI)


  Open System Interconnection atau biasa disingkat OSI adalah sebuah model referensi dalam bentuk kerangka konseptual yang mendefinisikan standar koneksi untuk sebuah komputer.
  Tujuan dibuatnya model referensi OSI ini adalah agar menjadi rujukan untuk para vendor dan developer sehingga produk atau software yang mereka buat dapat bersifat interporate, yang berarti dapat bekerja sama dengan sistem atau produk lainnya tanpa harus melakukan upaya khusus dari si pengguna.

Ketujuh Layer pada Model OSI


  Pada prosesnya model OSI dibagi menjadi tujuh layer yang mana tiap layer tersebut memiliki peran yang saling terkait antara layer diatas dengan layer yang dibawahnya. Berikut ini penjelasan mengenai tujuh layer OSI.

1. Physical Layer

  Physical layer merupakan layer pertama atau yang terendah dari model OSI. Layer ini bertanggung jawab untuk mentransmisikan bit data digital dari physical layer perangkat pengirim (sumber) menuju ke physical layer perangkat penerima (tujuan) melalui media komunikasi jaringan.
  Pada physical layer data ditransmisikan menggunakan jenis sinyal yang didukung oleh media fisik, seperti tegangan listrik, kabel, frekuensi radio atau infrared maupun cahaya biasa.

2. Data Link Layer

  Data link layer bertanggung jawab untuk memeriksa kesalahan yang mungkin terjadi pada saat proses transmisi data dan juga membungkus bit kedalam bentuk data frame. Data link layer juga mengelola skema pengalamatan fisik seperti alamat MAC pada suatu jaringan. Data link layer merupakan salah satu layer OSI yang cukup kompleks, oleh karena itu layer ini kemudian dibagi lagi menjadi dua sublayer, yaitu layer Media Access Control (MAC) dan Layer Logical Link Control (LLC).
  Layer Media Access Control (MAC) bertanggung jawab untuk mengendalikan bagaimana sebuah perangkat pada suatu jaringan memperoleh akses ke medium dan izin untuk melakukan transmisi data. Layer Logical Link Control (LLC) bertanggung jawab untuk mengidentifikasi dan membungkus protokol network layer dan mengontrol pemeriksaan kesalahan dan juga melakukan sinkronisasi pada frame.

3. Network Layer

Network layer bertanggung jawab untuk menetapkan jalur yang akan digunakan untuk melakukan transfer data antar perangkat di dalam suatu jaringan. Router jaringan beroperasi pada layer ini, yang mana juga menjadi fungsi utama pada layer network dalam hal melakukan routing.
Routing memungkinkan paket dipindahkan antar komputer yang terhubung satu sama lain. Untuk mendukung proses routing ini, network layer menyimpan alamat logis seperti alamat IP untuk setiap perangkat pada jaringan. Layer Network juga mengelola pemetaan antara alamat logikal dan alamat fisik. Dalam jaringan IP, pemetaan ini dilakukan melalui Address Resolution Protocol (ARP).

4. Transport Layer

Transport layer bertanggung jawab untuk mengirimkan pesan antara dua atau lebih host didalam jaringan. Transport layer juga menangani pemecahan dan penggabungan pesan dan juga mengontrol kehandalan jalur koneksi yang diberikan. Protokol TCP merupakan contoh yang paling sering digunakan pada transport layer.

5. Session Layer

Session layer bertanggung jawab untuk mengendalikan sesi koneksi dialog seperti menetapkan, mengelola dan memutuskan koneksi antar komputer. Untuk dapat membentuk sebuah sesi komunikasi, session layer menggunakan sirkuit virtual yang dibuat oleh transport layer.

6. Presentation Layer

Presentation layer bertanggung jawab untuk mendefinisikan sintaks yang digunakan host jaringan untuk berkomunikasi. Presentation layer juga melakukan proses enkripsi/ dekripsi informasi atau data sehingga mampu digunakan pada lapisan aplikasi.

7. Application Layer

Application layer merupakan lapisan paling atas dari model OSI dan bertanggung jawab untuk menyediakan sebuah interface antara protokol jaringan dengan aplikasi yang ada pada komputer. Application layer menyediakan layanan yang dibutuhkan oleh aplikasi, seperti menyediakan sebuah interface untuk Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), telnet dan File Transfer Protocol (FTP). Pada bagian sinilah dimana aplikasi saling terkait dengan jaringan.

Cara Kerja OSI Layer



Proses berjalannya data dari suatu host ke host lain pada sebuah jaringan terbilang cukup panjang, semua data tersebut harus melalui setiap layer dari OSI untuk dapat sampai ke host tujuan. Contoh misalnya ketika anda akan mengirimkan sebuah email ke komputer lain pada sebuah jaringan komputer.
Proses yang terjadi pertama adalah pada application layer, yaitu menyediakan program aplikasi email yang akan digunakan untuk mengirim data ke komputer lain melalui jaringan. Pada presentation layer email tersebut kemudian dikonversi menjadi sebuah format jaringan. Kemudian pada session layer akan dibentuk sebuah sesi perjalanan data tersebut dari mulai dibentuk hingga selesainya proses pengiriman.

Pada transport layer data tersebut dipecah menjadi bagian-bagian kecil lalu kemudian akan dikumpulkan kembali pada transport layer si penerima. Pada network layer akan dibuatkan sebuah alamat dan ditentukan jalan yang akan dilalui oleh data tersebut untuk dapat sampai ke tujuan. Pada data link layer data tersebut dibentuk menjadi sebuah frame dan alamat fisik dari perangkat pengirim dan penerima akan di tetapkan.
Kemudian pada layer terakhir physical layer mengirimkan data tersebut melalui sebuah medium jaringan, menuju ke lapisan transport si penerima. Lalu kemudian alur yang sama terjadi pada komputer tujuan namun dimulai dari layer paling bawah (physical layer) hingga ke layer paling atas (application layer).

Sumber : https://www.nesabamedia.com/pengertian-osi-layer/

VOIP

VOIP A. Pengertian VoIP        Voice Over Internet Protocol  atau yang sering disebut dengan (VoIP, IP Telephony, Internet...