Rabu, 22 Januari 2020

VOIP


VOIP



A. Pengertian VoIP
      Voice Over Internet Protocol atau yang sering disebut dengan (VoIP, IP Telephony, Internet Telephony) merupakan suatu teknologi masa kini yang memungkinkan untuk melakukan suatu percakapan suara baik jarak pendek maupun jarak jauh dengan menggunakan media internet sebagai jalur percakapanya. 



B. Kelebihan Penggunaan VoIP :
  • Biaya lebih rendah untuk sambungan langsung jarak jauh.
  • Memanfaatkan infrastruktur jaringan data yang sudah ada untuk suara. Jika memungkinkan jaringan yang ada bisa dibangun jaringan VoIP dengan mudah. Tidak diperlukan tambahan biaya bulanan untuk penambahan komunikasi suara.
  • Penggunaan bandwidth yang lebih kecil daripada telepon biasa, hanya membutuhkan sekitar 8kbps bandwidth.
  • Memungkinkan digabung dengan jaringan telepon lokal yang sudah ada.
  • Berbagai bentuk jaringan VoIP bisa digabungkan menjadi jaringan yang besar.
  • Variasi penggunaan peralatan yang ada, misal dari PC sambung ke telepon biasa, IP phone handset
C. Kelemahan Penggunaan VoIP :
  • Kualitas suara tidak sejernih Telkom. Merupakan efek dari kompresi suara dengan bandwidth kecil maka akan ada penurunan kualitas suara dibandingkan jaringan PSTN konvensional.
  • Ada jeda dalam berkomunikasi. Kecuali jika menggunakan koneksi Broadband (lihat di poin atas).
  • Regulasi dari pemerintah RI membatasi penggunaan untuk disambung ke jaringan milik Telkom.
  • Jika belum terhubung secara 24 jam ke internet perlu janji untuk saling berhubungan.
  • Jika memakai internet dan komputer di belakang NAT (Network Address Translation), maka dibutuhkan konfigurasi khusus untuk membuat VoIP tersebut berjalan
  • Tidak pernah ada jaminan kualitas jika VoIP melewati internet.
  • Peralatan relatif mahal.
  • Berpotensi menyebabkan jaringan terhambat/Stuck.
  • Penggabungan jaringan tanpa dikoordinasi dengan baik akan menimbulkan kekacauan dalam sistem penomoran
D. Kebutuhan Perangkat VoIP



  1. X-Lite : Berfungsi sebagai softphone pemanggil ataupun penerima
  2. IP Phone : Berfungsi sebagai hardphone pemanggil ataupun penerima
  3. Briker : Berfungsi sebagai sistem operasi dari VoIP
  4. Server : Berfungsi sebagai pusat pengolahan semua data VoIP
  5. Modem : Sebagai sumber internet apabila server VoIP berada di jaringan internet
      Kebutuhan Perangkat VoIP Lainya :
  1. HUB/Switch : Perangkat jaringan yang berfungsi untuk membagi koneksi yang terhubung dengan port-port.
  2. Router : Perangkat jaringan yang digunakan untuk membagi protokol kepada anggota jaringan lainya.
  3. Modem ADSL(Asymmetric Digital Subscriber Line) : Merupakan teknologi komunikasi data yang dapat mentransmisikan data dengan cepat
  4. VoIP Phone Adapter : Adalah konsep dasar penggunaan Circuit Switching yaitu jalur komunikasi akan dibuka dan dipesan selama terjadi komunikasi.


Jumat, 18 Oktober 2019

VSAT

VSAT


A. PENGERTIAN
VSAT (Very Small Aperture Terminal) adalah stasiun penerima sinyal dari satelit dengan antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter. 
B. FUNGSI
Fungsi VSAT yaitu sebagi penerima dan pengirim data ke satelit. Satelit berfungsi sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke titik lainnya di atas permukaan bumi. Sebenarnya, piringan VSAT menghadap ke sebuah satelit geostasioner, sebuah satelit yang selalu berada di tempat yang sama sejalan dengan perputaran bumi pada sambungannya. Hal ini dimungkinkan karena satelit geostasioner mengorbit pada titik yang sama diatas permukaan bumi dan mengikuti perputaran bumi pada sumbunya. 
 C. SEJARAH
Pada awalnya teknologi satelit membutuhkan antena-antena besar dan hanya dapat menghubungkan point-to-point. Komunikasi satelit pada saat itu masih sangat terbatas untuk kapasitas besar saja, sehingga biayanya sangat mahal dan hanya digunakan untuk keperluan tertentu seperti untuk operator telekomunikasi, trunking, microwave back-up, dan pelayanan telekomunikasi pada daerah terpencil. 
VSAT masuk pertama kali ke Indonesia tahun 1989 seiring dengan bermunculannya bank-bank swasta yang sangat membutuhkan sistem komunikasi online seperti ATM (Automated Teller Machine). Penggunaan infrastruktur jaringan telekomunikasi VSAT oleh perusahaan ataupun instansi pemerintah yang memiliki kantor cabang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dirasakan lebih efektif dibanding teknologi microwave maupun jaringan kabel. Selain kurang efektif, jaringan microwave maupun kabel juga kurang efisien karena instalasinya memakan waktu lama dan menelan biaya besar. Keduanya sangat rentan terhadap gangguan, sedangkan cakupan areanya pun sangat terbatas karena kendala geografis. Teknologi VSAT merupakan solusi dengan cost efektif untuk hubungan jaringan komunikasi independen dengan jumlah besar dengan site-site yang tersebar. VSAT menawarkan value added service berbasis satelit seperti: Internet, data, LAN, voice/fax dan dapat menyediakan jaringan komunikasi private/public serta layanan multimedia. 
D. KOMPONEN 
Komponen VSAT, terdiri dari:
  • Unit Luar (Outd
    1. Antena/dish/parabola ukuran 2 hingga 4 kaki (0.55-2.4 m), yang dipasang pada atap, dinding atau di tanah.
    2. BUC (Block Up Converter), yang menghantarkan sinyal informasi ke satelit.Juga sering disebut sebagai Transmitter (Tx).
    3. LNB (Low Noise Block ), yang menerima sinyal informasi dari satelit. Juga sering disebut sebagai Receiver (Rx).
  • Unit Dalam (Indoor Unit (IDU)):
    1. Modem (Modulator / Demodulator), sebuah alat dipanggil Return Channel Satellite Terminal yang menyambungkan dari unit luar dengan IFL kabel berukuran panjang tidak lebih 50 meter.
    2. IFL (Inter Facility Link). Merupakan media penghubung antara ODU & IDU. Fisiknya biasanya berupa kabel dengan jenis koaksial dan biasanya menggunakan konektor jenis BNC (Bayonet Neill-Concelman).
·         Satelit
Merupakan alat di orbit bumi khusus untuk menerima/ menghantar maklumat secara nirkabel, berkomunikasi melalui frekuensi radio.
Menggunakan Satelit Telkom 2 (Indonesia) digunakan untuk Depdagri, dengan teknologi C band yang lebih tahan dengan cuaca di Indonesia (berhubungan dengan masalah curah hujan yang cukup tinggi di Indonesia). Menggunakan Komunikasi 2 arah, menerima dan menghantar isyarat. Daerah yang dipasang VSAT dikenali sebagai remote terminal, dikawal oleh hub station. Semua isyarat dari satelit dikirim ke hub terlebih dahulu sebelum dikirim kembali ke terminal remote lain, yaitu Propinsi / Kabupaten.
·         Kapasitas muat turun (download) ialah 1 Mbps tetapi boleh dinaiktaraf sehingga mencapai 45 Mbps**
·         Kapasitas muat naik (upload) pula ialah 128 Kbps tetapi boleh dinaiktaraf sehingga mencapai 1.1 Mbps**
·         Kontrak perjanjian SchoolNet hanya 1 Mbps muatturun dan 128 Kbps
E. KONFIGURASI JARINGAN 
Sederhananya, satelit dapat mendukung satu-arah-arah atau menghubungkan dua antara dua stasiun bumi (masing-masing disebut transmisi simpleks dan transmisi dupleks). Kebutuhan komunikasi yang lebih kompleks juga dapat lebih diatasi dengan topologi jaringan yang canggih. 
Contoh berikut menunjukkan beberapa pilihan yang tersedia bagi pelanggan untuk
mengkonfigurasi jaringan satelit mereka:
➢ VSAT Simplex Transmisi
 
Aplikasi untuk jasa simpleks meliputi transmisi siaran seperti:
· TV and video services TV dan layanan video
· Radio services Jasa radio 
➢ VSAT Point to Point Duplex Transmisi
Aplikasi untuk layanan duplex meliputi:
· Suara Telephony transportasi
· Data dan IP transportasi (khususnya di konfigurasi asimetris)
· Perusahaan jaringan
· Broadcast TV dan program iuran dan distribusi 
➢ VSAT Point-to-Multipoint Transmisi
 
Aplikasi untuk point-to-multipoint jasa titik meliputi:
· Perusahaan jaringan, termasuk layanan VSAT dan televisi bisnis
· Video dan distribusi siaran, termasuk Langsung-ke Home Layanan Internet 
➢ VSAT Antena Layanan Mobile 
Aplikasi untuk layanan antena seluler meliputi:
· Satelit News Gathering
· Special Event Backhaul dan Penyiaran
· Maritim layanan 
Beberapa jaringan VSAT dikonfigurasi dengan memiliki sejumlah situs uplink terpusat (dan terminal VSAT yang berasal dari itu) terhubung dalam topologi multi-bintang dengan masing-masing bintang (dan setiap terminal di setiap bintang) terhubung satu sama lain dalam topologi mesh.Lainnya dikonfigurasi hanya dalam topologi bintang tunggal kadangkadang akan memiliki masing-masing terminal terhubung satu sama lain, sehingga setiap terminal bertindak sebagai pusat hub ini adalah konfigurasi yang digunakan untuk meminimalkan biaya keseluruhan jaringan, dan untuk mengurangi jumlah data yang harus disampaikan melalui situs uplink pusat (atau situs) dari jaringan bintang atau multi-bintang.
 F. ARSITEKTUR JARINGAN
Ground segment (segmen bumi)
Terdiri atas:
· Master earth station
Yang pertama disebut Master Stasiun Bumi (Master Earth Station) yang merupakan pusat kontrol jaringan VSAT ke seluruh jaringan. Konfigurasi, pengawasan dan pengelolaan jaringan VSAT dilakukan di komponen ini. Master Earth Station juga memiliki antena sebesar enam meter, elektronik sepenuhnya berlebihan, mandiri sistem tenaga cadangan, dan sistem pengkondisian udara diatur. Master ini Stasiun Bumi berawak 24 x 7 hari sepanjang tahun.
· Remote earth station
Ini adalah perangkat keras yang terpasang di lokasi pelanggan yang meliputi unit outdoor (ODU), indoor unit (IDU) danInter Facility Link (IFL). (ODU) VSAT terdiri dari antena 1,8 meter offset standar pakan, sebuah amplifier solid state (SSPA), sebuah Amplifier Peredam Kebisingan (LNA), dan Feedhorn. (IDU) adalah satuan ukuran VCR elektronik komunikasi yang meliputi peralatan antarmuka dengan pelanggan seperti komputer atau telepon, dapat juga sebagai sebuah alat dipanggil Return Channel Satellite Terminal yang menyambungkan dari unit luar dengan IFL kabel berukuran panjang tidak lebih 50 meter. IFL (Inter Facility Link) yang Merupakan media penghubung antara ODU & IDU. Fisiknya biasanya berupa kabel dengan jenis koaksial dan biasanya menggunakan konektor jenis BNC (Bayonet Neill-Concelman).

Space segment(segmen angkasa)
Hanya terdiri atas satelit. VSAT memiliki kemampuan untuk menerima maupun mengirimkan sinyal melalui satelit kepada VSAT lain pada jaringan diatas. Sinyal akan dikirimkan lewat satelit ke hub station yang juga berfungsi sebagai pusat monitor, atau sinyal langsung dikirimkan ke VSAT lain dan hub digunakan hanya untuk mengawasi dan mengontrol. VSAT dapat mendukung kebutuhan komunikasi apapun, baik berupa suara, data, ataupun konferensi video.
G. PRINSIP KERJA 
Proses Transmisi Sinyal Satelit
1. Data yang akan ditransmisikan dari perangkat remote/user, terlebih dahulu memasuki modem. ini bertujuan untuk mentranslasikan gelombang frekuensi informasi ke dalam gelombang lain pada frekuensi yang lebih tinggi untuk dibawa ke media transmisi.
2. Setelah data tersebut dimodulasi, selanjutnya akan memasuki perangkat yang disebut RFT ( RF Transceiver) atau driver. Dalam RFT ini terdapat Up dan Down Converter. Up Converter ini berfungsi untuk mentranslasikan sinyal dari frekwensi menengah IF (Intermediate Frequency) menjadi suatu sinyal RF (Radio Frequency). Down converter adalah kebalikan dari up converter.
3. Proses selanjutnya adalah memasuki SSPA (Solid State Power Amplifier) yang berfungsi sama dengan HPA yaitu untuk memperkuat sinyal RF agar dapat diterima oleh satelit.
4. Sinyal masuk ke dalam feedhorn, sinyal dari feedhorn dipantulkan ke satelit dengan antena. 
Proses Receive Sinyal Satelit
1. Antena menerima sinyal dari satelit, sinyal yang diterima antena kemudian dipantulkan ke feedhorn.
2. Dari Feedhorn, sinyal diteruskan memasuki LNA (Low Noise Amplifier).
3. Dari LNA sinyal diteruskan memasuki Down Converter yang berfungsi untuk mentranslasikan sinyal RF menjadi sinyal IF.
4. Setelah memasuki Down Converter, maka sinyal IF memasuki perangkat modem untuk melakukan proses demodulasi.
5.Informasi yang sudah terpisah dari sinyal carrier kemudian diteruskan ke perangkat user seperti Router , Multiplexer, dan sebagainya. 
H. SATELIT (SPACE SEGMENT) 
Satelit pada orbit Geostasioner merupakan segmen angkasa pendukung layanan VSAT. Orbit ideal untuk satelit komunikasi adalah geostasioner, atau yang relatif statis terhadap bumi. Satelit yang digunakan untuk komunikasi hampir selalu berada pada orbit geostasioner secara eksklusif, berlokasi sekitar 36.000 km diatas permukaan bumi. Oleh
karenanya disebut Satelit geostasioner karena satelit tersebut selalu berada di tempat yang sama sejalan dengan perputaran bumi pada sumbunya.
 Fungsi utama satelit dikerjakan oleh transponder. Ada beberapa transponder atau repeater
dalam badan satelit. Transponder ini memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut:Penerima sinyal
Translasi frekuensi
Penguatan
 Sejumlah transponder menentukan kapasitas satelit. Kapasitas transponder satelit untuk satelit generasi Palapa B yaitu terdiri dari 24 transponder yang terbagi atas 12 transponder untuk polarisasi horizontal dan 12 transponder untuk polarisasi vertikal. Tiap transponder memiliki bandwith 40 MHz.
 Jenis band frekuensi Satelit sebagai berikut:
Frequency
Band Uplink (GHz)
Downlink (GHz)

C-Band 5.925
sampai 6.425 3.700
sampai 4.200

Ku-Band 14.000
sampai 14.500 10.950
sampai 11.700

 
Pada komunikasi VSAT ada yang disebut up link dan down link. Up link adalah sinyal RF yang dipancarkan dari stasiun bumi ke satelit. Down link adalah sinyal RF yang dipancarkan dari satelit ke stasiun bumi . Up Link dan Down Link
 Di dunia Internasional, KU-Band adalah band frekuensi yang populer. KU-Band dapatmendukung trafik dengan ukuran antena yang lebih kecil dibandingkan C-Band atau Ext-CBand. Tapi Ku-Band tidak tahan terhadap curah hujan tinggi sehingga tidak sesuai untuk digunakan di daerah Asia Tenggara. 
Keunggulan dan kekurangan masing-masing band frekuensi tersebut secara rinci adalah seperti berikut:
Frekuensi
Keunggulan
Kekurangan

C-Band
· World wide availability
· Teknologi yang termurah
· Tahan dari redaman hujan

· Antena berukuran relatif lebih besar
· Rentan terhadap interferensi dari satelit
tetangga dan terrestrial microwave
Ku-Band
· Kapasitas relatif besar
· Antena berukuran relatif lebih
kecil (0,6 – 1,8 m)

· Rentan dari redaman hujan
· Availability terbatas (faktor regional)

Pada intinya satelit menyediakan dua sumber daya, yaitu bandwidth dan tenaga amplifikasi. Pada kebanyakan jaringan VSAT, tenaga memiliki sumber daya yang lebih terbatas dibandingkan dengan bandwidth dalam transponder.  
I. JENIS-JENIS VSAT 
1.VSAT LINK
merupakan jenis komunikasi yg langsung (poit to point) berhubungan antara dua buah stasiun bumi tanpa ada stasiun pusat sebagai pengontrol.
2.VSAt net
dapat digunakan iuntuk berhubungan antara terminal VSAT (remote) yg satu ke terminal VSAT yang lainnya dengan menggunakan stasiun pusat bumi atau disebut stasiun HUB .
3.VSAT FRAme relay
Atau biasa disebut frame relay atau lebih sering disebut dengan SKYframe menggunakan topologi point to multipoint menggunakan media akses frame relay.
4.VSAT teleport
Prinsipnya sama dengan Skyframe. Topologi yang digunakan point to multipoint yang juga menggunakan media akses frame relay.
5.VSAT IP
Sebagai layanan jasa telekomunikasi VSAT IP menerapkan teknologi TDM/TDMA dengan IP sebagai protokol komunikasi. 
J. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN VSAT
Keuntungan dengan VSAT: ·   Koneksi dimana saja. Tidak perlu LOS dan tidak ada masalah dengan jarak
·   Jangkauan cakupannya yang luas baik nasional, regional maupun global.
·   Pembangunan infrastrukturnya relatif cepat untuk daerah yang luas, dibanding teresterial.
·   Komunikasi dapat dilakukan baik titik ke titik maupun dari satu titik ke banyak titik secara broadcasting, multicasting.
·   kecepatan bit akses tinggi dan bandwidth lebar. VSAT bisa dipasang dimana saja selama masuk dalam jangkauan satelit.
·   Handal dan bisa digunakan untuk koneksi voice, video dan data, dengan menyediakan bandwidth yang lebar.
·   Jika ke internet jaringan akses langsung ke ISP router dengan keandalannya mendekati 100%.
·   Sangat baik untuk daerah yang kepadatan penduduknya jarang dan belum mempunyai infrastuktur telekomunikasi.
 Kerugian VSAT: ·   Tarif Instalasi perangkat dan biaya berlanggan cukup mahal
 
VSAT DVB  RCS DEDICATED GOLD
Bandwidth (U/D)
Tarif
32/128 Kbps
Rp.   4.900.000,-
64/256 Kbps
Rp.   6.800.000,-
128/512 Kbps
Rp. 11.300.000,-
256/ 1024 Kbps
Rp. 19.400.000,-
  
BIAYA DISMANTLE VSAT DVB-RCS
Lokasi
Tarif
Jakarta & Surabaya
Rp.   3.000.000,-
Pulau Jawa diluar Jkt & Sby
Rp.   7.000.000,-
Luar Jawa
Rp. 11.000.000,-

Tabel 2. Tarif Berlangganan dan Instalasi VSA.
·   Untuk melewatkan sinyal TCP/IP, besarnya throughput akan terbatasi karena delay propagasi satelit geostasioner. Kini berbagai teknik protokol link sudah dikembangkan sehingga dapat mengatasi problem tersebut. Diantaranya penggunaan Forward Error Correction yang menjamin kecilnya kemungkinan pengiriman ulang.
·   Waktu yang dibutuhkan dari satu titik di atas bumi ke titik lainnya melalui satelit adalah sekitar 700 milisecond, sementara leased line hanya butuh waktu sekitar 40 milisecond. Hal ini disebabkan oleh jarak yang harus ditempuh oleh data yaitu dari bumi ke satelit dan kembali ke bumi. Satelit geostasioner sendiri berketinggian sekitar 36.000 kilometer di atas permukaan bumi.
·   Curah Hujan yang tinggi, Semakin tinggi frekuensi sinyal yang dipakai maka akan semakin tinggi redaman karena curah hujan. Saat ini band frekuensi yang banyak dipakai untuk aplikasi broadcasting adalah S-band, C-Band dan KU-Band. Untuk daerah seperti Indonesia dengan curah hujan yang tinggi penggunaan Ku-band akan sangat mengurangi availability link satelit yang diharapkan. Sedangkan untuk daerah daerah sub tropis dengan curah hujan yang rendah penggunaan Ku-Band akan sangat baik. Pemilihan frekuensi ini akan berpengaruh terhadap ukuran terminal yang akan dipakai oleh masing masing pelanggan.
·   Rawan sambaran petir gledek.
·   Sun OutageSun outage adalah kondisi yang terjadi pada saat bumi-satelit-matahari berada dalam satu garis lurus. Satelit yang mengorbit bumi secara geostasioner pada garis orbit geosynchronous berada di garis equator atau khatulistiwa (di ketinggian 36.000 Km) secara tetap dan mengalami dua kali sun outage setiap tahunnya. Energi thermal yang dipancarkan matahari pada saat sun outage mengakibatkan interferensi sesaat pada semua sinyal satelit, sehingga satelit mengalami kehilangan komunikasi dengan stasiun bumi, baik headend/ teleport maupun ground-segment biasa.
·   Debu Meteroit, Seringkali menembakan gas hydrazine (H2Z) agar rotasi satelit agar satelit stabil di orbit, satelit perlu beberapa kali di kalibrasi agar tetap pada orbitnya.
  
 SUMBER :
http://rifansp.blogspot.com/2011/11/sejarah-vsat-stelit.html
https://id.wikipedia.org/wiki/VSAT
https://www.scribd.com/doc/49068983/makalah-VSAT,

Kamis, 10 Oktober 2019

KONFIGURASI MIKROTIK P2P

KONFIGURASI MIKROTIK
P2P


Jadi untuk melakukan Point-to-Point nantinya kita perlu mengkonfigurasi 2 buah RouterBoard yang menggunakan 2  mode berbeda, yaitu bridge dan station.

Bridge 
Jadi Point-to-Point ini merupakan koneksi dua arah antara AP dan sebuah client, sehingga kita perlu mengkonfigurasi RouterBoard pertama yang digunakan sebagai AP menjadi mode bridge. Mode Bridge sendiri hanya memperbolehkan satu client saja yang dapat connect ke AP.

Station
Nantinya client akan terhubung dengan AP via Wireless menggunakan mode Station. Pada mode Station biasa tidak mendukung L2 bridging, jadi tidak bisa digunakan untuk membuat jaringan transparent bridge wireless. Jika kalian menggunakan mode Station biasa maka harus menggunakan routing, bukan nya bridge.

Dan untuk topologi yang saya gunakan kurang lebih sebagai berikut.



Router 1 (AP)
- Interface Wlan 1 --> 20.20.20.1/29
- Interface Ethernet 2 --> 192.168.10.1/24

Router 2 (Client)
- Interface Wlan 1 --> 20.20.20.2/29
- Interface Ethernet 1 --> 192.168.20.1/24



Langkah - langkah Konfigurasi
Router 1 (AP)

1.) Dapatkan IP DHCP terlebih dahulu untuk Router 1 --> Ethernet 1. Jika melihat topologi, ini merupakan sumber atau jalur utama menuju ke Internet. Untuk cara nya sendiri, pilih menu IP --> DHCP Client.



2.) Kemudian klik tanda +, dan pilih Interface mana yang akan dijadikan sebagai DHCP Client. Karena di topologi Ethernet 1, maka kita pillih ether1. Setelah itu pada Add Default Route kita ubah menjadi yes, supaya nantinya kita tidak perlu menambahkan route atau jalur ke internet, karena jalurnya sudah ditentukan secara default. Terakhir klikOK.




3.) Setelah itu, pastikan pada bagian Status yang awalnya Searching berubah menjadiBound. Jika sudah menjadi Bound, maka dapat dipastikan bahwa kita berhasil menambahkan DHCP Client untuk ethernet yang sudah ditetapkan sebelumnya.




4.) Kemudian tambahkan IP Address. Untuk menambahkan IP Address, masuk ke menuIP --> Addresses.



5.) Selanjutnya tambahkan IP Address sesuai dengan topologi yang sudah ditetapkan IPdan Interfacesnya.
- Interface Wlan 1 --> 20.20.20.1/29
- Interface Ethernet 2 --> 192.168.10.1/24




6.) Sekarang coba test ping google.com pada Router1 nya, dan ternyata bisa. Karena kita sudah berhasil menambahkan DHCP Client pada Router1, dan sudah mensetting yes untuk default route nya.



7.) Disini untuk client yang terhubung langsung ke Router 1 saya berikan IP DHCP, sebelum client yang terhubung langsung ke Router 1 mendapatkan IP DHCP, kita harus melakukan konfigurasi terlebih dahulu untuk DHCP Servernya. Caranya masuk ke menu IP--> DHCP Server.




8.) Kemudian klik DHCP Setup, setelah itu pilih interface mana yang akan digunakan untuk pendistribusian IP DHCP nya, karena disini client yang terhubung langsung ke Router 1 ingin kita beri IP DHCP, dan client tersebut terhubung melalui interfaces ether2, maka kita pilih Interfaces ether2 sebagai Interface yang digunakan untuk pendistribusian IP DHCnya. Setelah itu klik Next.




9.) Kemudian masukkan IP Networknya. Setelah itu klik Next.



10.) Selanjutnya masukkan gateway untuk DHCP Nework, karena disini client mendapatkan IP DHCP, dan jika client request paket yang didapat dan dikirim akan keluar/masuk melalui interface ether2, maka gateway yang digunakan adalah IP Address ether2. Setelah itu klik Next.




11.) Kemudian menentukan IP Pool / IP DHCP yang akan didapat oleh client. Setelah itu klik Next.




12.) Selanjutnya masukkan DNS Servernya, jika bingung masukkan DNS google saja, yaitu 8.8.8.8 dan 8.8.4.4. Setelah itu klik Next.




13.) Kemudian tentukan Lease Time nya, Lease Time ini merupakan waktu yang ditentukan untuk penyewaan IP DHCP nya. Jadi jika client sudah ditentukan Lease Timenya dan ibaratnya sudah habis masa sewanya, maka nanti IP DHCP yang didapat client akan terganti dengan sendirinya.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlbtV0fdjucZyQCy1cjLBBPMGamzGwcBPwPWjBOTr41buutrhbmy6nzvBS87xqF07peOqWzS7GCakGemE1VTM_Jh6804AbS3vdUg2vus8uy9DpsrwTTeAR482lB6UxvLc6U2XaA9n45QI/s1600/13.png



14.) Selanjutnya pastikan DHCP Servernya berhasil dibuat.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgVT648msVVEO-4RNcgnoTqIvdBZsLcbzgI7w5N9RHm1Xvi6B9t1oLqkIFXjsIRY1OkzYCRgNvQgZwV3GsqumnnDDom6n849X5gDZoMIIDucGvauxB__SGXvpfmEG9JkzEoG7X6EsTODS0/s1600/14.png


15.) Setelah itu konfigurasi Firewall NAT, firewall NAT ini fungsinya untuk mentranslasikan IP Address client (lokal) menjadi public, supaya nantinya client dapat terhubung ke Internet. Untuk melakukan konfigurasi, masuk ke menu IP --> Firewall.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEheOOd_F7WRG0jGnYt6WOlEtTM-IjOEVw06GQKdL1cZgr7-uoZnIIkVS7wK21LhK-Bs9SSswrY1WqG13tiDdU07NSK0UIlNsHzNOLLjR2BOxUaKXLa-DkVD4YGaGQYLtNFfCCkL_GLsGx0/s1600/16.png


16.) Kemudian klik NAT --> Tanda + --> General. Pada option Chain kita pilih srcnat, dan pada Out.interface kita pilih ether1 yang terhubung ke Internet.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhX6oQfLjtlKrwG1ZNa3t-44Gb2W4tHd7c39vVVaKcmURO6yDQpDBAffrj800m9xOdRz9oPigfuvBNS9L6k1jY45g1LFPnXlS54u3kZR3h5Hk9JEDKFdTk3831hc77N0Ts1sk5WJl2gD_s/s1600/17.png


17.) Dari menu General kita pindah ke menu Action, kemudian pada option Action pilih masquarade. Terakhir klik OK.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEga2wyQgPYo4LXXsohp5hwTYIl-tmtV6mPwjoDjP4XJRY7v9-Oy3xqxURWS01Ak48ubMmx16NKjNrAsVSKvrhsev7XRrq-66WOc7R1C7vlaK7oIWH7gUMsYzfoZ_BPAyRhD1-p1rwDEg-U/s1600/18.png


18.) Pastikan konfigurasi Firewall NAT berhasil dibuat.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjm6Qz3ZfJQfR_ZL1EFddZoRW_S44ozLlMtGfKYfddCHqImXk5HClFhr-RhKB4PsrGHA8DuXwMBeUMmP5XXhpkzWqvcM-NG_znMmXIh_te08h6giKoATCH9ME2kxD2iGOvg7D3Ci_ByVyA/s1600/setelah+18.png
19.) Kemudian test pada client nya untuk mendapatkan IP DHCP nya.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXof4V7V5EXNHcH9blaKCHwy_sEz6pWg2A6aga08AMSWVBpKU8bjCcPtA-vH5UdW43pyEg3G5wjIBRijfasaqfStKFaNnlZ9mhJvKQ4JjzMabbdkID9bf0iVJeLO9X0Uf76fi1f328ras/s1600/19.png

20.) Sekarang coba test ping google.com dari cmd client. Dan berhasil.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3OfuMXkRPEMwrDutphA9JyNK52YRe3bCVZ9_ykPRA1-Lv7a3muruMq0fjtmF8_oPRNKxCC-pPXB6v2zhkex-hDNPyQtthAGTRvR3x5YNYPWM2pO73Hgd5aYuo2-mVUQMUiFstccZ5iAI/s1600/21.png

21.) Selanjutnya konfigurasi untuk wirelessnya, pertama kita aktifkan interface wirelessnya terlebih dahulu. Untuk mengaktifkan nya masuk ke menu Interfaces --> Interfaces -->Klik wlan1 --> Klik tanda ceklis. Nanti wlan1 akan aktif dengan ditandai tulisan yang berwarna.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdTmfQsXgv1rias4uQXpVCuR1bZFCkOH9YtCXk_J98Km1NWHdVm1DlwAWvBV1I3cEu9jregQG6szkjHLPJDpSJ52AgbVfYtY9YvrhxhUJNk6_caAarRsua-05BJ7NMDqdCMgy6CqBtSZM/s1600/22.png
23.) Kemudian kita buat Security Profiles untuk AP nya. Security Profiles ini merupakan salah satu fitur pada Mikrotik untuk menambahkan metode autentikasi. Untuk membuat Security Profiles masuk ke menu Wireless --> Security Profiles --> General. Kemudian buat namanya bebas, dan buat passwordnya, disini saya membuat password menggunakan mode dynamic keys dengan type autentikasi WPA PSK dan WPA2 PSK.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9KbBQ2nvn45O-bJR_PqgJWLsDnAHZd5Y4KCWWabYs8rkP9ufp8GLDvxjHt8tAKiHy2l_tJTNeKPGKHxGuRScw5raaXPfct0Wemi6C-ltwOTMAbZvxFKVScBLVTCSoWhSKjAs22BpKdTU/s1600/24.png


24.) Setelah itu kita konfigurasi wireless nya. Caranya masuk ke menu Wireless -->Interfaces --> Double klik wlan1 --> Wireless. Kemudian karena disini kita ingin melakukan konfigurasi Point-to-Point, maka pada option Mode kita pilih bridge, dan pada option Band saya pilih yang 2GHz-B, 2GHz-B, bekerja di frekuensi 2,4Ghz. Menggunakan protokol 802.11b dengan data rate maksimum 11 Mbit/s. Kemudian pada option SSIDbuat SSID sesuai dengan keinginan masing - masing, dan pada option Security Profilespilih sesuai dengan Security Profiles yang sudah dibuat sebelumnya. Terakhir klik OK.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXtTH-7Mk9he4V1NlCdGwgJUlUf_1WGY0gFe5_N_6nHMVNDyekk0-MU3-QBTPUk-d1mDesMcFRmMeuAmJmRq3Bi892nMoCT-afiJ7oO743lVpWCxFL1Rf3SEvy2z9jdDTnQW6PbyQMNzI/s1600/25.png



Router 2 (Client)

1.) 
Tambahkan IP Address sesuai dengan topologi yang sudah ditetapkan IP dan Interfacesnya.
- Interface Wlan 1 --> 20.20.20.2/29
- Interface Ethernet 1 --> 192.168.20.1/24
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRI_Q1yAelpIcTRbHlDWfOZ9Szdy8aG4rfENX4nhzS0Qy8ITfKwNQLiVmQgWhDkhztTYakHy88QT38n_VyBFuQ_oi3siQ909CeO42yXco-3I8OdR6_tC7VaYXJvvaV2QeBK9Ac5Yu2aCA/s1600/1.png


2.) Selanjutnya konfigurasi untuk wirelessnya, pertama kita aktifkan interface wirelessnya terlebih dahulu. Untuk mengaktifkan nya masuk ke meu Interfaces --> Interfaces --> Klik wlan1 --> Klik tanda ceklis. Nanti wlan1 akan aktif dengan ditandai tulisan yang berwarna.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6u96deahHgDH7NcI2RzdxKx9CVg986LdmRf5szrDoB5FnVDYRUm5AiUzVp0xyWr2W-KgSOBq80vYRLTIK72S-Avryh-OISRUebE5b3r9ATdUDSNZbanokDnp-HXeQ8-g4s8hUtkENJIg/s1600/2.png


3.) Kemudian buat Security Profiles. Security Profiles yang dibuat harus sama atau sesuai betul dengan yang dibuat sebelumnya di Router 1. Untuk membuat Security Profiles masuk ke menu Wireless --> Security Profiles --> General. Kemudian buat nama, password, mode, dan type autentikasi sesuai dengan Security Profiles yang dibuat di Router 1.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj__ispwADyjS9OFSdNp1KAqanHuFaPV4D586jyA5nAwljHjMIjEsDwLeq2Lp0jDtYjL__buI0qydPwyNRr4S932jj-0yzV_urGegMd2zfd6Po74J3wrqcItLZAAi9BcC6dvo1fAtPd7Is/s1600/4.png

4.) Setelah itu kita coba link atau connect antara Router 1 sebagai AP dengan mode bridge dan Router 2 sebagai Client dengan mode station. Caranya masuk ke menu Wireless -->Interfaces --> Wireless --> Scan.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhonvcoDbDcQK-E_6cWIevU_NJnZ7J0Gx7H8MEYR5g_dE2KcqUyEfZGWDD32sTQGg6YD1_nQpS8fyJKetBah281eWebyMSqa3WmgK4E7VP1RUqMnnCyIfgC44sQbD_zMuqL_pBtGccM6BA/s1600/5.png

5.) Untuk nge link atau connect ke Router 1, kita harus scan terlebih dahulu Router 1 nya. Caranya pilih Interface wlan1, kemudian klik Start. Nanti akan muncul beberapa AP sekitar yang terbaca, kemudian kita pilih Router 1 kita. Jika sudah, klik terlebih dahulu informasi atau identitas Router 1 nya, kemudian klik Connect
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhkc4F6UfakjWk4Mfxpcb6q92aPlMtCSecVaG5iIHBrW4FuF0N_-HU_xrhJOpM04B_EE-68p_SeWc7cnHpyDGEgUfimarbJ5cwnexAdGNlQj6clQnZZH4AS7hhXWl2qSPJlrkTinJ59uhc/s1600/6.png
6.) Nah nanti otomatis data - data pada Wireless akan mengikuti. Untuk Mode nya kita setting menjadi station, dan untuk Security Profiles kita pilih sesuai dengan apa yang sudah dibuat sebelumnya. Setelah itu klik OK.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifY1UzJTE8EjidhlHXAAe0UQKeesVXxGomsKX9jjbCWhhdrkNGtH5-zKhZovMrOcND-ZdPIdf_hayAzF2enl92dVeRHZv_salCAbtDpn7UzK6U43ouqQ0fUOY-KUY3z-XzKgevUE_Ek_w/s1600/7.png


7.) Untuk melihat apakah Router 2 berhasil ngelink atau connect ke Router 1 bisa dilihat di menu Wireless --> Registration. Jika muncul seperti gambar dibawah, berarti antara Router 2 dan Router 1 benar - benar sudah ngelink atau connect.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjX3sLFwzlqR6d4aLt-puoYJM_kYPX_jVMw0U8xWQv-v9ZnHq1MzR9Rm7I6EZbgpLcoI1BTiGsk8FBdiCK_8fmKtpM3K_61yLiU3tFrmmKCkt2YQNO9hb2BtkO4e07eyfdFgdm_7hPsdrc/s1600/8.png


8.) Setelah itu kita konfigurasi Firewall NAT, firewall NAT ini fungsinya untuk mentranslasikan IP Address client (lokal) menjadi public, supaya nantinya client dapat terhubung ke Internet. Untuk melakukan konfigurasi, masuk ke menu IP --> Firewall. Kemudian klik NAT --> Tanda + --> General. Pada option Chain kita pilih srcnat, dan pada Out.interface kita pilih wlan1 yang terhubung keluar ke Internet.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUWl1iWcs8UnpxUfK4qsFCjB8j85VBaUCL3M0_2aMzQsqTRnL2xnrIE5_wHyc4QYjFOAmLn_-d4cKOaRxHrPhtsb6r4MnzafubNQuKI6ADL3r13l0aakfqwbYjGT_AdpQYouzA_VN6ZPc/s1600/9.png
9.) Selanjutnya pindah dari menu General ke menu Action, kemudian pada option Action pilih masquarade. Terakhir klik OK.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggK0vlLBEHUW2Txasbt6hRKJi03ILeD1_ts9Tq_5XE7wwogeiC4HNmPEjPqJw6X-SUK34cUrZEV4Dz05ElKO8eis_wZDeSJbESd57V4Wcl33nN30i4mRMwB96zl5NpN9caOulGhyVmAM4/s1600/10.png

10.) Kemudian setting DNS nya di menu IP --> DNS. Jika bingung IP DNS Servernya berapa, kita bisa masukkan DNS google 8.8.8.8 atau 8.8.4.4. Dan pada bagian Allow Remote Request kita centang, supaya client dapat melakukan request nantinya.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWu17iVTIa9Z3NkCg9TLqxPQ1aiti3V4uj1mPyRNubmpLJ9sQrFIIynk9K3jKUeTRoz50qISmDhzI_o-epH800V53D6NdlZz8VhrTmO_OhcpfNyD50X6md0THi0yadZNLzDX_I_B6wPko/s1600/11.png
11.) Karena Router 2 ini belum terhubung langsung ke Internet, maka kita perlu menambahkan jalur atau route keluar menuju Internet. Cara nya masuk ke menu IP -->Routes --> Routes --> Klik tanda + --> General. Kemudian pada bagian Dst.Addressmasukkan 0.0.0.0/0 (Internet) dan Gateway 20.20.20.1. Mengapa 20.20.20.1 ? Karena Router 2 ini terhubung dengan Router 1 menggunakan wireless, dan data yang keluar masuk dari/ke Internet melalui Router 1, sehingga yang kita jadikan Gateway adalah IP wlan1 Router 1.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVHfsB1T5QvYvBq3k-3bcFAMfgHKDewGMVK4pVcuAf1q8rIK4oUGcTO6hs5-gG4uyYFH59Zxj1jJhBdOhPrEnBzmUKN6AIv34raQH9hGCXLlO__qp5jioisU1nzxFfjrQJbAqbWksCAb4/s1600/12.png



12.) Pastikan penambahan route baru berhasil dengan ditandai kata reachable.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihNHxyD7V2Cfk_y-9dmy_PGP8UcHGZZA7-rUB0po8NG9xwQFdMGXZcWaO2hyphenhyphen6DECinSYoR5QShjtXYPLfeUIeIgMZMD-WDNuWSTg5fZMvE9wjB046K9Y1uGuZYADpgpZtfDIaypthbIDk/s1600/13.png


13.) Sekarang coba ping google.com melalui Router 2. Dannn berhasil.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0EbWcCoatyS9oCL8iSyXTJ6gErVfis-e3BPfDN-9Gvj6CuktueE4adFv70ZCLZIzecjQ_efX6wnUjVGaDsSV0IAuF7K3ez0bvkbYn2HyuFvPBXTzytxo2iNtsXDnBSNE4y_7I8Zxj8JM/s1600/14.png
14.) Masukkan IP Address untuk client yang terhubung langsung ke Router 2. Disini IP Address yang saya gunakan adalah 192.168.20.2.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibC6twOX8cGCsVRgAJOSG3Dt0mbH8yGZIijO8KlQMddLLPNZqt0FflfkQO3v7zHzjfNQqvVbnedd_mHsGtaNivBT7_dTnLvlKrfkerNWM4CF3AIEaKqHbF2bp7iCJ6EgRD0G_vxug8lWw/s1600/15.png



Verifikasi

1.) Coba test ping dari client yang terhubung langsung pada Router 1 ke client yang terhubung langsung pada Router 2. Hasilnya gagal, karena pada Router 1 belum di tambahkan route atau jalur menuju client yang terhubung langsung pada Router 2.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicMrNp2yKA82gZR2JMaDkbdJTVeABcom_VngYxO7I__XJQ2EH78JHSsvsZARBXNc9Ve9ig7_q7vga9VZlv1cIfZ3yXQwCsm6JjB2WfzDIiB5yaY7058vqZKnBb-8V5m3lfwEDuYbauVbU/s1600/26.png

2.) Sekarang coba tambahkan jalur atau route ke network client yang terhubung langsung pada Router 2 di Router 1. Dst.Address diisi network client nya Gateway diisi IP wlan1 Router 2, karena jalur nya melalui wlan1 Router 2.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPIav3FytbKQesa3l0OfLjbMrUjcDW3u2jn_gtkSNZslL0M_FtCPINQ5mcq9xkCyIBYv0QK-yJu6AYhyphenhyphenvJ9R7GLJvsCBmxv-KF_rxxRYDL-sPK4QsBQaBqfme-y5jRASmxkJ0GA2EYT4c/s1600/27.png
3.) Sekarang coba test ping ulang. Dannn berhasil. Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuycKniU8ynSpd74YBVdH_D2ACXwbT3Rt0k3quxu4jOLUHuDXEUCt8EYEUlTkA2jy14OimS1UY4hL6K7g7-uOrhkAuU3tkwN1HHswutWIQJBwSDt8HGNkwJmClfDFEKWDJ8jvZUZEbA9c/s1600/28.png
4.) Sekarang gantian ping dari client yang terhubung langsung pada Router 2 ke client yang terhubung langsung pada Router 1. Maka hasilnya berhasil, karena di Router 2 sudah memiliki router atau jalur ke network client yang terhubung langsung pada Router 1.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7qtg-kf5S5wuatA2JnlPvJBzuSr73Osz-3a4ef01PN54ZwwkeOO6URUC99-S7ZeCvc5SCeBS18DGGQV0BVSDCMwe6gXV2kWhgs3WGxBn7LCmeU0MywfUCfVnpTMEHadgBiMUyDX4QP68/s1600/17.png


5.) Dan untuk verifikasi yang lain, disini kita akan mengecek Kuat Sinyal (Signal Strength), Signal to Noise Ratio (SNR), Client Connection Quality (CCQ),dan Throughput. Untuk mengeceknya terlebih dahulu login melalui winbox kemudian klik menu Wireless >Registration > klik Radio Name > Signal
  1. Kuat Sinyal (Signal Strength): Semakin kuat sinyal yang didapat maka semakin baik konektivitas yang diberikan. Semakin nilainya mendekati positif maka semakin besar kuat sinyalnya. 
  2. Signal to Noise Ratio (SNR): Rasio perbandingan antara sinyal yang diterima dengan gangguan (derau) sekitar dengan satuan desibel (dB). 
  3. Client Connection Quality (CCQ): Nilai terbesar CCQ yaitu 100%, semakin mendekati 100% maka semakin bagus CCQ nya. Nilai CCQ yang buruk dapat terjadi karena pengarahan antena yang kurang tepat. Nilai CCQ yang buruk juga dapat berakibat pada kualitas jaringan nirkabel menjadi kurang bagus, karena sering terjadi packet loss. 
  4. Throughput: Penggambaran bandwidth yang sebenarnya (aktual) pada suatu jaringan.
Karena disini saya menggunakan band 2GHz-B. Maka maksimum data rate nya adalah 11 Mbps.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtLjYj5TsDCZXqQgXGEvgAOfQs8nfd_dolOHOAEnOy1LIKhFm9lgPkOB3G6wwda5kvBC5rj19YyGj98rjWoj_d_K_kJ2mjNVcJEUzHU8P5fM6dam1Y2X8hyBwLnl0PduLLXYv5DTTYg4M/s1600/29.png Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhr02ZNit3zzL32HOybMyd4nDLjzCXS-ll9i4tT6-SO44pcplcNPCd1ny3Yw-ehR6GT6WvIBwbHWwpYS-mbCRuYNAeX3zgTpXjVJXIqM6WwsI2DorRSKh4gml9t_5pkcKGhaa_9HCHSiwE/s1600/18.png
Router 1                                                           Router 2

6.) Verfikasi lainnya adalah melakukan Bandwidth Test dari Client ke Server (AP). Caranya kita konfigurasi terlebih dahulu BTest Servernya pada Router 1 (AP) di menu Tools -->BTest Server. Kemudian pada bagian Enabled biarkan tercentang, dan pada bagianAuthenticate jangan dicentang.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJknxKuceJE93QSNB9E_K6A0yMmoQl-YuygQx3at_YccW4zcKRvHNkd7RDCSNOVTuUAz0czVGl66ZM8qDNIlfgkZZjt5AHMnKpX7N8_tExvH59bGdLSzCfhB-rfDfBrWmfYcqwYdB82j0/s1600/30.png


7.) Kemudian pada bagian Clientnya kita lakukan Bandwidth Test, caranya masuk menuTools --> Bandwidth Test. Kemudian pada bagian Test To masukkan IP wlan1 server (AP). Terakhir klik Start, dan lihat berapa hasil dari Bandwidth Testnya.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkItwayDmX4Psoul9tVpWHCfA8SVTg2ABoVzCK_V0UzazxkmHsYK0MdzxuzdgqEAR0uJhoIAkoqUHH_zpnLktF7nYYu3tfy44OpNLypBwCLRlhWxQGTt3N4KloQgc_9gAJLf_b663Z3Z4/s1600/19.png

VOIP

VOIP A. Pengertian VoIP        Voice Over Internet Protocol  atau yang sering disebut dengan (VoIP, IP Telephony, Internet...