KONFIGURASI MIKROTIK
P2P
Jadi
untuk melakukan Point-to-Point nantinya kita perlu mengkonfigurasi 2 buah
RouterBoard yang menggunakan 2 mode berbeda, yaitu bridge dan station.
Bridge
Jadi
Point-to-Point ini merupakan koneksi dua arah antara AP dan sebuah client,
sehingga kita perlu mengkonfigurasi RouterBoard pertama yang digunakan sebagai
AP menjadi mode bridge. Mode Bridge sendiri hanya memperbolehkan satu client
saja yang dapat connect ke AP.
Station
Nantinya
client akan terhubung dengan AP via Wireless menggunakan mode Station. Pada
mode Station biasa tidak mendukung L2 bridging, jadi tidak bisa digunakan untuk
membuat jaringan transparent bridge wireless. Jika kalian menggunakan mode
Station biasa maka harus menggunakan routing, bukan nya bridge.
Dan
untuk topologi yang saya gunakan kurang lebih sebagai berikut.
Router
1 (AP)
-
Interface Wlan 1 --> 20.20.20.1/29
-
Interface Ethernet 2 --> 192.168.10.1/24
Router
2 (Client)
-
Interface Wlan 1 --> 20.20.20.2/29
-
Interface Ethernet 1 --> 192.168.20.1/24
Langkah - langkah
Konfigurasi
Router 1 (AP)
1.) Dapatkan IP DHCP terlebih dahulu untuk
Router 1 --> Ethernet 1. Jika melihat topologi, ini merupakan sumber atau
jalur utama menuju ke Internet. Untuk cara nya sendiri, pilih menu IP --> DHCP
Client.
2.) Kemudian klik tanda +, dan pilih Interface
mana yang akan dijadikan sebagai DHCP Client. Karena di topologi Ethernet 1,
maka kita pillih ether1. Setelah itu pada Add Default Route kita
ubah menjadi yes, supaya nantinya kita tidak perlu menambahkan
route atau jalur ke internet, karena jalurnya sudah ditentukan secara default.
Terakhir klikOK.
3.) Setelah itu, pastikan pada bagian Status yang
awalnya Searching berubah menjadiBound. Jika sudah
menjadi Bound, maka dapat dipastikan bahwa kita berhasil menambahkan DHCP
Client untuk ethernet yang sudah ditetapkan sebelumnya.
4.) Kemudian tambahkan IP Address. Untuk
menambahkan IP Address, masuk ke menuIP --> Addresses.
5.) Selanjutnya tambahkan IP Address sesuai dengan
topologi yang sudah ditetapkan IPdan Interfacesnya.
-
Interface Wlan 1 --> 20.20.20.1/29
-
Interface Ethernet 2 --> 192.168.10.1/24
6.) Sekarang coba test ping google.com pada Router1 nya, dan
ternyata bisa. Karena kita sudah berhasil menambahkan DHCP Client pada Router1,
dan sudah mensetting yes untuk default route nya.
7.) Disini untuk client yang terhubung langsung ke Router 1
saya berikan IP DHCP, sebelum client yang terhubung langsung ke
Router 1 mendapatkan IP DHCP, kita harus melakukan konfigurasi terlebih dahulu
untuk DHCP Servernya. Caranya masuk ke menu IP--> DHCP
Server.
8.) Kemudian klik DHCP Setup, setelah itu pilih
interface mana yang akan digunakan untuk pendistribusian IP DHCP nya, karena
disini client yang terhubung langsung ke Router 1 ingin kita beri IP DHCP, dan
client tersebut terhubung melalui interfaces ether2, maka kita pilih Interfaces
ether2 sebagai Interface yang digunakan untuk pendistribusian IP
DHCnya. Setelah itu klik Next.
9.) Kemudian masukkan IP Networknya. Setelah itu
klik Next.
10.) Selanjutnya masukkan gateway untuk DHCP Nework, karena disini
client mendapatkan IP DHCP, dan jika client request paket yang didapat dan
dikirim akan keluar/masuk melalui interface ether2, maka gateway yang digunakan
adalah IP Address ether2. Setelah itu klik Next.
11.) Kemudian menentukan IP Pool / IP DHCP yang
akan didapat oleh client. Setelah itu klik Next.
12.) Selanjutnya masukkan DNS Servernya, jika
bingung masukkan DNS google saja, yaitu 8.8.8.8 dan 8.8.4.4. Setelah
itu klik Next.
13.) Kemudian tentukan Lease Time nya, Lease Time ini merupakan
waktu yang ditentukan untuk penyewaan IP DHCP nya. Jadi jika client sudah
ditentukan Lease Timenya dan ibaratnya sudah habis masa sewanya, maka nanti IP
DHCP yang didapat client akan terganti dengan sendirinya.
14.) Selanjutnya pastikan DHCP Servernya berhasil dibuat.
15.) Setelah itu konfigurasi Firewall NAT, firewall
NAT ini fungsinya untuk mentranslasikan IP Address client (lokal) menjadi
public, supaya nantinya client dapat terhubung ke Internet. Untuk melakukan
konfigurasi, masuk ke menu IP --> Firewall.
16.) Kemudian klik NAT --> Tanda + --> General.
Pada option Chain kita pilih srcnat, dan pada Out.interface kita
pilih ether1 yang terhubung ke Internet.
17.) Dari menu General kita pindah ke menu Action,
kemudian pada option Action pilih masquarade. Terakhir klik OK.
18.) Pastikan konfigurasi Firewall NAT berhasil
dibuat.
19.) Kemudian test pada client nya untuk mendapatkan IP DHCP
nya.
20.) Sekarang coba test ping google.com dari
cmd client. Dan berhasil.
21.) Selanjutnya konfigurasi untuk wirelessnya, pertama kita
aktifkan interface wirelessnya terlebih dahulu. Untuk mengaktifkan nya masuk ke
menu Interfaces --> Interfaces -->Klik
wlan1 --> Klik tanda ceklis. Nanti wlan1 akan aktif
dengan ditandai tulisan yang berwarna.
23.) Kemudian kita
buat Security Profiles untuk AP nya. Security Profiles
ini merupakan salah satu fitur pada Mikrotik untuk menambahkan metode autentikasi.
Untuk membuat Security Profiles masuk ke menu Wireless --> Security
Profiles --> General. Kemudian buat namanya bebas, dan buat passwordnya,
disini saya membuat password menggunakan mode dynamic keys dengan
type autentikasi WPA PSK dan WPA2 PSK.
24.) Setelah itu kita konfigurasi wireless nya. Caranya masuk
ke menu Wireless -->Interfaces --> Double
klik wlan1 --> Wireless. Kemudian karena disini kita
ingin melakukan konfigurasi Point-to-Point, maka pada option Mode kita
pilih bridge, dan pada option Band saya pilih yang 2GHz-B,
2GHz-B, bekerja di frekuensi 2,4Ghz. Menggunakan protokol 802.11b dengan data
rate maksimum 11 Mbit/s. Kemudian pada option SSIDbuat SSID sesuai
dengan keinginan masing - masing, dan pada option Security Profilespilih
sesuai dengan Security Profiles yang sudah dibuat sebelumnya. Terakhir
klik OK.
Router 2 (Client)
1.) Tambahkan IP
Address sesuai dengan topologi yang sudah
ditetapkan IP dan Interfacesnya.
-
Interface Wlan 1 --> 20.20.20.2/29
-
Interface Ethernet 1 --> 192.168.20.1/24
2.) Selanjutnya konfigurasi untuk wirelessnya, pertama kita
aktifkan interface wirelessnya terlebih dahulu. Untuk mengaktifkan nya masuk ke
meu Interfaces --> Interfaces --> Klik
wlan1 --> Klik tanda ceklis. Nanti wlan1 akan aktif
dengan ditandai tulisan yang berwarna.
3.) Kemudian buat Security Profiles. Security
Profiles yang dibuat harus sama atau sesuai betul dengan yang dibuat sebelumnya
di Router 1. Untuk membuat Security Profiles masuk ke menu Wireless --> Security
Profiles --> General. Kemudian buat nama, password, mode, dan type
autentikasi sesuai dengan Security Profiles yang dibuat di Router 1.
4.) Setelah itu kita coba link atau connect antara Router 1
sebagai AP dengan mode bridge dan Router 2 sebagai Client dengan mode station.
Caranya masuk ke menu Wireless -->Interfaces --> Wireless --> Scan.
5.) Untuk nge link atau connect ke Router 1, kita harus scan
terlebih dahulu Router 1 nya. Caranya pilih Interface wlan1,
kemudian klik Start. Nanti akan muncul beberapa AP sekitar yang
terbaca, kemudian kita pilih Router 1 kita. Jika sudah, klik terlebih dahulu
informasi atau identitas Router 1 nya, kemudian klik Connect.
6.) Nah nanti otomatis data - data pada Wireless akan
mengikuti. Untuk Mode nya kita setting menjadi station,
dan untuk Security Profiles kita pilih sesuai dengan apa yang
sudah dibuat sebelumnya. Setelah itu klik OK.
7.) Untuk melihat apakah Router 2 berhasil ngelink atau
connect ke Router 1 bisa dilihat di menu Wireless --> Registration.
Jika muncul seperti gambar dibawah, berarti antara Router 2 dan Router 1 benar
- benar sudah ngelink atau connect.
8.) Setelah itu kita konfigurasi Firewall NAT,
firewall NAT ini fungsinya untuk mentranslasikan IP Address client (lokal)
menjadi public, supaya nantinya client dapat terhubung ke Internet. Untuk
melakukan konfigurasi, masuk ke menu IP --> Firewall. Kemudian
klik NAT --> Tanda + --> General.
Pada option Chain kita pilih srcnat, dan
pada Out.interface kita pilih wlan1 yang
terhubung keluar ke Internet.
9.) Selanjutnya pindah dari menu General ke
menu Action, kemudian pada option Action pilih masquarade.
Terakhir klik OK.
10.) Kemudian setting DNS nya di menu IP --> DNS.
Jika bingung IP DNS Servernya berapa, kita bisa masukkan DNS google 8.8.8.8 atau 8.8.4.4.
Dan pada bagian Allow Remote Request kita centang, supaya
client dapat melakukan request nantinya.
11.) Karena Router 2
ini belum terhubung langsung ke Internet, maka kita perlu menambahkan jalur
atau route keluar menuju Internet. Cara nya masuk ke menu IP -->Routes --> Routes --> Klik
tanda + --> General. Kemudian pada bagian Dst.Addressmasukkan 0.0.0.0/0
(Internet) dan Gateway 20.20.20.1. Mengapa 20.20.20.1 ?
Karena Router 2 ini terhubung dengan Router 1 menggunakan wireless, dan data
yang keluar masuk dari/ke Internet melalui Router 1, sehingga yang kita jadikan
Gateway adalah IP wlan1 Router 1.
12.) Pastikan penambahan route baru berhasil dengan ditandai
kata reachable.
13.) Sekarang coba ping google.com melalui Router 2. Dannn
berhasil.
14.) Masukkan IP
Address untuk client yang terhubung langsung ke Router 2. Disini IP Address
yang saya gunakan adalah 192.168.20.2.
Verifikasi
1.) Coba test ping dari client yang terhubung langsung pada Router 1
ke client yang terhubung langsung pada Router 2. Hasilnya gagal, karena pada
Router 1 belum di tambahkan route atau jalur menuju client yang terhubung
langsung pada Router 2.
2.) Sekarang coba tambahkan jalur atau route ke network client
yang terhubung langsung pada Router 2 di Router 1. Dst.Address diisi
network client nya Gateway diisi IP wlan1
Router 2, karena jalur nya melalui wlan1 Router 2.
3.) Sekarang coba test ping ulang. Dannn berhasil. 
4.) Sekarang
gantian ping dari client yang terhubung langsung pada Router 2 ke client
yang terhubung langsung pada Router 1. Maka hasilnya berhasil, karena di Router
2 sudah memiliki router atau jalur ke network client yang terhubung
langsung pada Router 1.
5.) Dan untuk verifikasi yang lain, disini kita akan mengecek
Kuat Sinyal (Signal Strength), Signal to Noise Ratio (SNR), Client Connection
Quality (CCQ),dan Throughput. Untuk mengeceknya terlebih dahulu login melalui
winbox kemudian klik menu Wireless >Registration >
klik Radio Name > Signal.
- Kuat Sinyal (Signal Strength):
Semakin kuat sinyal yang didapat maka semakin baik konektivitas yang
diberikan. Semakin nilainya mendekati positif maka semakin besar kuat
sinyalnya.
- Signal to Noise Ratio (SNR):
Rasio perbandingan antara sinyal yang diterima dengan gangguan (derau)
sekitar dengan satuan desibel (dB).
- Client Connection Quality
(CCQ): Nilai terbesar CCQ yaitu 100%, semakin mendekati 100% maka semakin
bagus CCQ nya. Nilai CCQ yang buruk dapat terjadi karena pengarahan antena
yang kurang tepat. Nilai CCQ yang buruk juga dapat berakibat pada kualitas
jaringan nirkabel menjadi kurang bagus, karena sering terjadi packet
loss.
- Throughput: Penggambaran
bandwidth yang sebenarnya (aktual) pada suatu jaringan.
Karena
disini saya menggunakan band 2GHz-B. Maka maksimum data rate nya adalah 11
Mbps.
Router 1 Router
2
6.) Verfikasi lainnya adalah melakukan Bandwidth Test dari
Client ke Server (AP). Caranya kita konfigurasi terlebih dahulu BTest
Servernya pada Router 1 (AP) di menu Tools -->BTest
Server. Kemudian pada bagian Enabled biarkan tercentang,
dan pada bagianAuthenticate jangan dicentang.
7.) Kemudian pada bagian Clientnya kita lakukan Bandwidth
Test, caranya masuk menuTools --> Bandwidth Test.
Kemudian pada bagian Test To masukkan IP wlan1 server
(AP). Terakhir klik Start, dan lihat berapa hasil dari
Bandwidth Testnya.